Tampilkan postingan dengan label pendidikam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Ini strategi Anies mengentaskan ketimpangan pendidikan di Jakarta

Rabu, 18 Januari 2017 09:53 Reporter : Ibnu Siena
Anies Baswedan. ©2013 Merdeka.com
Merdeka.com - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai permasalahan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jakarta lebih kepada soal ketimpangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Inspirasi Tokoh Indonesia, Selasa (17/1) kemarin.

Menurut Anies, saat ini sekolah-sekolah di Jakarta ada yang sudah mengalami kemajuan dan berkualitas dan ada yang belum. "Kami berikhtiar membuat ketimpangan pendidikan ini hilang dan mendekati setara. Karena kalau dibiarkan, mereka yang pra sejahtera makin jauh dari kesejahteraan," terang Anies.

Menyelesaikan problem tersebut, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan beberapa strateginya dalam mengentaskan ketimpangan pendidikan di Jakarta.

"Pertama adalah perbaikan mutu dari guru dan kepala sekolahnya. Selanjutnya adalah akses. Kita ingin membuat pendidikan itu terjangkau dari biaya dan lokasinya," papar Anies

Selain itu, penggagas Gerakan Indonesia Mengajar itu juga merumuskan kebijakan agar para siswa memberikan ongkos gratis untuk berangkat dan pulang sekolah. Kebijakan tersebut untuk memberikan keterjangkauan dari segi akses pendidikan yang dirasa tinggi.

Anies berharap beberapa strategi ini dapat menjadikan pemerintah sebagai eskalator sosial ekonomi bagi warganya. "Karena siapapun bila dimasukkan ke sekolah, insya Allah akan naik kelas dan derajatnya," tegasnya.

Status sekolah diambil Pemprov, guru di Bekasi digaji Rp 1,5 juta

Senin, 13 Februari 2017 12:36 Reporter : Adi Nugroho
Demo guru Honorer. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Merdeka.com - Ratusan guru honorer di SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, menuntut pindah status menjadi pegawai kontrak di wilayah setempat. Sebab, sejak sekolah diambil alih kewenangannya oleh provinsi, gaji yang diterima jauh lebih rendah.

"Ketika kewenangan masih di Pemerintah Kota Bekasi, honor yang saya terima sekitar Rp 2,05 juta setiap bulan. Itu pada tahun 2016," kata staf Tata Usaha di SMA Negeri 7, Kota Bekasi, Nurul Hidayat kepada merdeka.com, Senin (13/2).

Ia mengatakan, ketika kewenangan pindah ke Pemerintah Provinsi, Jawa Barat, pada 2017 otomatis status kepegawaiannya menjadi honor. Adapun, honor yang diterima sebesar Rp 60.000 sehari.

"Kalau sebulan tinggal hitung saja, Rp 1,5 juta. Kalau enggak masuk dipotong," kata dia.

Lebih ironis lagi ialah tenaga pengajar. Sebelumnya, guru kontrak digaji Rp 2,05 juta pada 2016. Namun, ketika kewenangan pindah ke provinsi, guru non PNS digaji Rp 75.000 per jam. Adapun, selama sebulan dibatasi maksimal 10 jam.

"Sebulan itu gaji kami sebesar Rp 750.000," ujarnya.

Karena itu, ratusan guru maupun staf TU meminta kembali menjadi pegawai di bawah naungan pemerintah Kota Bekasi. Apalagi, saat ini nilai honor dan tunjangan setara dengan upah minimum sebesar Rp 3,6 juta.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, pihaknya meminta kepada guru dan staf TU untuk membuat surat pernyataan. Pilihannya tetap menjadi pegawai provinsi dan pemerintah Kota Bekasi.

"Kalau mau menjadi pegawai pemkot Bekasi, akan ditempatkan di sekolah dasar, menengah pertama, atau dinas," kata Inay.

Inay mengakui terdapat perbedaan honor antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov Jawa Barat. Menurut dia, untuk guru diberikan honor sebesar Rp 75.000 per jam, sedangkan staf TU Rp 60.000 sehari.

"Kalau pegawai kontrak di Kota Bekasi saat ini setara dengan UMK sebesar Rp 3,6 juta. Guru dan staf TU yang statusnya menjadi pegawai honor sekitar 478 orang," kata Inay. [rhm]

Belanda kirim menteri ke RI buat kerja sama pendidikan dan budaya

Senin, 13 Februari 2017 20:51 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
menteri pendidikan dan budaya belanda. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta
Merdeka.com - Pemerintah Belanda menggodok benar kerja sama di bidang pendidikan dan budaya dengan Indonesia. Saking seriusnya kerja sama di bidang ini, Belanda sampai mendatangkan langsung Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker ke Indonesia.

Kedatangannya bertujuan untuk mengintensifkan kerja sama di bidang budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah membuka kursus bahasa asing tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

"Tujuan saya datang ke Indonesia untuk mengintensifkan kerja sama di bidang budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kita sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman mengenai hal ini tahun lalu bersama Menteri Pendidikan dan Budaya Muhadjir Effendi," serunya saat ditemui di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda untuk Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Pagi tadi, Bussemaker melakukan pertemuan dengan Mendikbud dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir di gedung Kemenristek Dikti, Jakarta. Dia juga sempat menandatangani nota kesepahaman di bidang pendidikan kejuruan.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol menuturkan, pendidikan kejuruan sangat penting. Hal tersebut sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan.

Dengan adanya penandatanganan di bidang pendidikan ini, kerja sama antara Indonesia dan Negeri Kincir Angin semakin erat. Diharapkan hubungan kedua negara semakin dekat. [pan]

15 Dus buku hibah Kemendikbud mangkrak di pos satpam Pemkab Tabanan

Rabu, 15 Februari 2017 15:18 Reporter : Gede Nadi Jaya
Buku bantuan menteri membusuk di pos satpam. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya
Merdeka.com - Sebanyak 15 dus buku bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi pendidikan anak usia dini dibiarkan terbengkalai di pos Satpam Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali. Ironisnya, bantuan itu justru sudah berada di pos itu sejak tahun lalu.

Padahal, buku panduan semestinya dimanfaatkan buat tahun ajaran 2017. Kadisdikpora Kabupaten Tabanan, I Wayan Adnyana, berdalih tidak tahu akan hal itu. Dia menyatakan tidak mendapat laporan soal kiriman bantuan buku.

"Saya mau cari tahu, kenapa tidak disampaikan dan tetap dibiarkan diam di pos satpam. Apalagi sudah tiba sejak tahun lalu," kata Adnyana.

Menurut Adnyana, jika bantuan itu diketahui, maka seharusnya segera dikirimkan kepada anak didik.

"Jadi saya mau luruskan nanti, saya akan panggil Kabid yang menangani. Ini urusannya ada di Kabid. Nanti kita tanya Kabid-nya dulu. Tentunya ini ada kaitannya kenapa tidak dikontrol Kabidnya oleh kadis," ujar Adnyana. [ary]

Stephen Hawking galang dana buat mahasiswa Palestina

Kamis, 16 Februari 2017 07:19 Reporter : Pandasurya Wijaya
Stephen Hawking. © Theguardian.com
Merdeka.com - Fisikawan paling berpengaruh dunia saat ini asal Inggris, Stephen Hawking meminta kepada pengikutnya di media sosial Facebook yang berjumlah lebih dari 3,8 juta orang untuk ikut serta membantu Sekolah Fisika Lanjutan di Palestina dalam acara rangkaian kuliah umum bagi mahasiswa master di Tepi Barat.

Harian Haaretz melaporkan, Rabu (15/2), Hawking tahun lalu pernah menggelar kuliah umum di bidang fisika yang diikuti para ilmuwan Inggris, Amerika dan Yordania.

Di laman Facebooknya, Hawking menggalang kampanye pengumpulan dana bagi sekolah Palestina itu.

"Saya mendukung hak para ilmuwan di mana pun untuk berkarya, menerbitkan publikasi dan berkolaborasi," tulis Hawking.

Empat tahun lalu Hawking pernah membuat para pengacara Israel marah lantaran dia membatalkan kedatangan sebuah konferensi di Negeri Bintang Daud dalam acara perayaan ulang tahun ke-90 mantan Presiden Shimon Peres.

Pada saat itu Hawking mengatakan kebijakan politik Israel terhadap Palestina bisa memicu bencana.

Tak cuma perangi kejahatan, polisi ini juga kerjakan PR kelas 5 SD

Rabu, 22 Februari 2017 20:51 Reporter : Ira Astiana
Bocah kelas 5 SD minta bantuan polisi. ©2017 istimewa
Merdeka.com - Polisi merupakan seseorang yang ahli dalam menyelesaikan masalah kejahatan. Namun di Ohio, Amerika Serikat, seorang polisi dituntut juga untuk menyelesaikan masalah lain, yakni PR matematika seorang bocah.

Baru-baru ini, Letnan BJ Gruber dari Departemen Kepolisian Ohio, menerima sebuah pesan dari bocah 10 tahun bernama Lena Draper yang isinya minta dibantu menyelesaikan PR. Pesan itu dikirim melalui akun media sosial Facebook.

"Saya memiliki masalah dengan PR saya. Bisakah Anda membantu saya?" demikian isi pesan ditulis Draper, seperti dilansir dari laman Straits Times, Rabu (22/2).

Menanggapi masalah yang dialami Draper, Gruber pun langsung memberikan bantuan. Percakapan keduanya dibagikan oleh ibu Draper ke akun media sosial Facebook.

"Anak saya. Karena dialah anak saya. Terima kasih kepada polisi di Marion, Ohio karena telah benar-benar membangun hubungan baik dengan segala komunitas," tulis ibunya.

Sayangnya, dari dua soal yang ditanyakan oleh Draper, hanya satu soal yang dijawab secara benar oleh Gruber.

"Fakta bahwa saya memberikan jawaban yang salah kepada anak itu benar-benar memalukan. Matematika itu merupakan kemampuan otak kiri, dan saya adalah tipe orang kreatif," kata Gruber saat diwawancarai majalah Inside.

"Kami melihat kasus ini tak ada bedanya dengan menolong anak yang menanyakan arah jalan ke kantor polisi. Jadi ini hanya bentuk interaksi lain yang terjadi di abad 21," tambah Gruber kepada harian BBC.

Sementara itu, perwakilan Departemen Kepolisian Ohio juga turut memberikan tanggapan melalui akun media sosial Twitter.

"Kami memiliki tujuan untuk meningkatkan kepercayaan, transparansi dan mudah didekati. Namun masih harus bekerja keras di bagian keterampilan matematika," demikian isi kicauan tersebut. [tyo]

Ketua MUI minta pengajaran Kitab Kuning di Purwakarta ditintaemaskan

Kamis, 23 Februari 2017 21:01 Reporter : Bram Salam
maruf amin. ©muidkijakarta.or.id
Merdeka.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin menghadiri Launching Program Pendalaman Kitab Alquran dan Kitab Kuning bagi pelajar di Bale Maya Datar Purwakarta. Dalam sambutannya, dia mengatakan program unggulan yang terbilang baru di Jawa Barat bahkan di Indonesia ini harus ditintaemaskan dengan cara dibuat program yang sama di seluruh Indonesia.

"Kalau santri diintelektualkan, itu sudah umum. Tetapi di Purwakarta, kaum intelektual disantrikan. Nah, ini saya kira harus ditintaemaskan, program ini harus menasional, bukan hanya di Purwakarta dan Jawa Barat," kata KH Ma'ruf Amin, Kamis (23/2).

Dia mengatakan Kitab Kuning merupakan alat untuk melawan fundamentalisme sekaligus sekulerisme yang hari ini berkembang secara masif. Dia berujar kitab kuning bukan hanya berisi tentang disiplin ilmu Fiqih, akan tetapi juga mengajarkan sikap hidup kepada sesama, kasih sayang dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

"Hari ini kita berhadapan dengan fundamentalisme dan sekulerisme. Kalau anak-anak kita belajar Kitab Kuning sejak dini, habislah sudah kedua hal tersebut. Kitab kuning itu tidak melulu Fiqih, melainkan cara berkasih sayang antar sesama juga diajarkan, sehingga kita bisa hidup damai," katanya.

Usai kegiatan launching, KH Ma'ruf didampingi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sempat berkunjung ke SMPN I Purwakarta dan SDN I Nagri Kidul untuk melihat metodologi pengajaran Kitab Kuning yang telah dimasukan ke dalam kurikulum tersebut.

"Silakan pelajari dengan tekun, seluruh ilmu kehidupan ada dalam kitab ini, jadilah intelektual yang nyantri, punya jiwa ke-Indonesiaan dan kebangsaan yang kuat," kata KH Ma'ruf di depan para pelajar.

Pola pendidikan ala pesantren ini telah lama mengundang decak kagum Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sehingga dia mencoba menerjemahkan pola tersebut dalam kurikulum pendidikan di daerah yang dipimpinnya.

"Kitab Kuning itu sumber pengetahuan yang terbuka, bangsa Eropa mengadopsinya dan mereka berhasil membangun peradaban yang luar biasa," kata pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Mengenai cara penyampaian materi, Dedi juga sempat memberikan penjelasannya. Dia mengatakan bahwa kelas 1 sampai kelas 5 SD akan fokus pendalaman cara membaca kitab Alquran.

Sementara, kelas 6 SD sampai seluruh kelas yang ada di SMP dan SMA akan fokus terhadap cara membaca dan pemahaman Kitab Kuning.

"Jadi nanti itu, kelas 1 sampai kelas 5 SD fokus baca Alquran dulu, mulai kelas 6 SD dan seterusnya sudah bisa Kitab Kuning. Metodenya kan bisa di dalam kelas juga bisa sistem 'balaghan' ala pesantren, guru Kitab Kuningnya juga dari pesantren," katanya. [dan]

Dinas Pendidikan DKI temukan tempat les bahasa tak berizin

Senin, 27 Februari 2017 23:34 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Sidak tempat les di Jakarta. ©2017 Merdeka.com
Merdeka.com - Suku Dinas (Sudin) Pendidikan wilayah satu Jakara Timur melakukan sidak ke beberapa lembaga pendidikan. Hasilnya, petugas menemukan satu tempat les bahasa di kawasan Cipinang Indah diketahui tak berizin alias bodong.

Ketua tim Monitoring Sudin Pendidikan wilayah I Jakarta Timur, Uceng J mengatakan, kedatangan tim sekaligus melakukan penataan terhadap lembaga pendidikan. Ini perlu dilakukan guna mengetahui izin lembaga tersebut. "Untuk lembaga pendidikan ini, menurut data di Sudin belum ada datanya," kata Uceng kepada wartawan, Senin (27/2).

Ketika diminta mengenai surat izin, kata dia, ada saja dalih dari pengelola tempat les bahasa tersebut. Pengelola selalu melempar tanggung jawab dan beralasan atasannya tak berada di tempat sejak lama.

"Alasannya surat izin lagi diproses. Ditanya ke mana atasannya, bilangnya sedang keluar. Malah saya disuruh kembali besok," ujarnya.

Pihaknya mengkhawatirkan lembaga bahasa tersebut mengeluarkan sertifikat fiktif atau bodong tidak terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Paud dan Pendidikan Non Formal. [ang]

Potret teladan nenek-nenek di India semangat menimba ilmu

Selasa, 7 Maret 2017 05:01:00 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim
Potret teladan nenek-nenek di India semangat menimba ilmu. Nenek-nenek di Desa Fangane ini tak kenal usia dalam bersekolah. Mereka rela meluangkan waktunya untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung demi terbebas dari buta aksara.
Sheetal Prakash (30) mengajar sejumlah nenek di Sekolah Aajibaichi Shaala, Desa Fangane, India, pada 15 Februari 2017. Aajibaichi Shaala bukanlah sekolah biasa. Sekolah ini mendidik para perempuan lanjut usia. Itulah sebabnya Aajibaichi Shaala dikenal sebagai 'Sekolah Nenek'.

Universitas Sebelas Maret dirikan museum untuk kenang sejarah kampus

Rabu, 8 Maret 2017 10:06 Reporter : Arie Sunaryo
Ilustrasi belajar. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/donatas1205
Merdeka.com - Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, berencana mendirikan museum yang akan menjadi pusat koleksi kesejarahan kampus tersebut. Menurut rencana, museum akan diresmikan pada saat dies natalis ke-41, 11 Maret mendatang. Ruangan yang digunakan berada di gedung perpustakaan lantai 7 kompleks Kampus UNS.

Ketua Museum UNS Prof Sahid Teguh Widodo mengatakan, museum nanti akan dilengkapi dengan informasi dan sejarah serta data kesejarahan dan kebudayaan UNS. "Jadi mulai dari sejarah nama dan proses berdirinya serta barang-barang bersejarah bagi UNS," jelas Sahid, Rabu (8/3).

Menurut Sahid, barang-barang bersejarah yang disimpan dalam museum tersebut merupakan koleksi antara tahun 1952 hingga 1980. Di antaranya foto-foto kampus hingga sejarah berdiri dan nama UNS.

"Ada mesin ketik kuno yang digunakan rektor sebelum menjadi Kampus UNS. Ada juga piala-piala serta alat-alat olahraga lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, menurut sejarah, UNS merupakan gabungan dari 15 Perguruan Tinggi (PT). Di antaranya IKIP Surakarta, Sekolah Tinggi Olahraga (STO), PTPN veteran cabang Surakarta, Universitas Nasional Saraswati.

"Semuanya itu berdiri sejak tahun 1950-an. Hingga akhirnya tahun 1976, digabung menjadi satu yakni Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret atau disingkat UNS," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, nama tersebut berubah dengan terbitnya Surat Keterangan (SK) baru tahun 1980 menjadi Universitas 11 Maret, dengan singkatan tetap UNS.

"Koleksi alat-alat olahraga dan piala-piala mulai tahun 1965 hingga 1969 merupakan koleksi dari STO. Tapi sayangnya kami kehilangan komputer huruf Jawa, padahal itu salah satu benda bersejarah juga," katanya.

Ketua Devisi Konservasi dan Narasi Museum UNS, Dr Susanto menambahkan gagasan pendirian Museum UNS tersebut berdasarkan pandangan pentingnya upaya pengumpulan, pengamanan dan pemaparan kembali artefak kesejarahan UNS.

"Ini sekaligus juga sebagai monumen respektabilitas berbagai perguruan tinggi yang melebur menjadi UNS," pungkasnya. [eko]