Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Tech 3 tegaskan Zarco-Folger bertahan dua musim

Jumat, 10 Maret 2017 12:36 Sumber :
Jonas Folger (c) Tech 3
Merdeka.com - Bos Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal menegaskan kedua debutannya, Johann Zarco dan Jonas Folger bertahan selama dua musim ke depan, meski Tech 3 sempat menyatakan bahwa keduanya hanya menandatangani kontrak satu tahun pada saat pengumuman bergabungnya mereka tahun lalu.

Zarco yang merupakan juara dunia Moto2 2015-2016, bersama Folger, sukses mencatatkan waktu yang kompetitif selama uji coba MotoGP Malaysia dan Australia. Folger bahkan sukses menduduki posisi keempat tercepat di Sirkuit Phillip Island. Melihat hasil ini, asa Poncharal pun kian melambung.

"Kedua rider kami mengantongi kontrak berdurasi dua tahun, namun ada klausa yang berkata, "jika sesuatu berjalan salah, kami tak mau terikat denganmu selamanya". Tapi saat ini, setelah melihat semuanya, jujur saja saya yakin lebih dari 100 persen Jonas dan Johann akan bersama kami selama dua tahun," tuturnya kepada Speedweek.

Berbeda dengan masa di mana mereka masih menaungi Bradley Smith dan Pol Espargaro, Tech 3 tak mewajibkan Zarco dan Folger untuk mematok target tertentu. Mengingat ini adalah musim perdana mereka di kelas tertinggi, Poncharal ingin keduanya fokus dalam menjalani proses adaptasi.

"Saya punya firasat yang sangat baik pada keduanya. Mereka sudah mampu tampil baik. Tentu mereka harus terus meningkat. Tak ada alasan untuk tak bekerja sama dengan mereka selama dua musim. Saat ini saya bisa meyakinkan bahwa, tentu kami akan menaungi mereka selama dua tahun," pungkasnya. (sw/kny)

Ingin merasa lebih muda, alasan Lorenzo ke Ducati

Jumat, 10 Maret 2017 13:36 Sumber :
Jorge Lorenzo (c) Ducati
Merdeka.com - Ingin merasa lebih muda. Ternyata itulah salah satu alasan mengapa Jorge Lorenzo rela meninggalkan Movistar Yamaha MotoGP, tim yang sudah ia bela selama sembilan tahun, demi bergabung dengan Ducati Corse tahun ini. Hal ini disampaikan Lorenzo dalam wawancaranya dengan Codigo Unico.

Beberapa tahun belakangan, Lorenzo memang diketahui kerap menyatakan ingin mengakhiri karirnya suatu saat nanti bersama Yamaha, dan tak punya niatan untuk pindah tim. Prinsip ini pun berubah ketika ia mendapat tawaran dari Ducati, dan akhirnya menandatangani kontrak berdurasi dua musim pada pertengahan tahun lalu.

Lorenzo pun mengaku ingin mencari suasana baru setelah bertahun-tahun membela pabrikan Garpu Tala, dan bertekad keluar dari "rutinitas". Rider Spanyol ini bahkan ingin membantu Ducati meraih gelar dunia yang sudah tak mereka rasakan sejak 2007 lewat Casey Stoner.

"Memang akan menyenangkan bila pensiun tanpa harus berganti tim. Tapi ketika Anda membela tim yang sama begitu lama, maka semua hal jadi terasa seperti rutinitas bila dibandingkan dengan tahun pertama, di mana segalanya masih baru," ujar lima kali juara dunia ini.

Dalam usia 29 tahun, sejatinya Lorenzo belum terlalu tua menurut ukuran seorang rider MotoGP, namun motivasi dan "angin segar" ia butuhkan untuk terus tampil baik dan konsisten di papan atas kejuaraan balap motor terakbar tersebut.

"Bukannya saya tak profesional, karena saya selalu berdedikasi dan banyak berkorban. Tapi saya ingin mencoba merasa lebih muda, di mana dengan Yamaha hal ini bakal rumit. Hal ini pun hanya bisa terwujud bila saya berganti tim, juga dengan tim seistimewa Ducati," pungkasnya. (cu/kny)

Satu slot MotoGP tersisa: Jatah tim LCR atau VR46?

Jumat, 10 Maret 2017 14:51 Sumber :
Satu slot MotoGP tersisa untuk 2018. (c) AFP
Merdeka.com - Sejak tahun lalu, Dorna Sports selaku promotor MotoGP telah menyatakan keinginan mereka untuk menurunkan 24 pembalap setidaknya mulai tahun 2018 mendatang. Saat ini, MotoGP diramaikan 23 pembalap, dan satu slot masih terbuka.

Seluruh tim peserta MotoGP telah menurunkan masing-masing dua pembalap, kecuali tim LCR Honda yang hanya menurunkan Cal Crutchlow. Bukan rahasia lagi bahwa sang pimpinan tim, Lucio Cecchinello ingin menambah satu rider lagi.

Sejak turun di MotoGP pada tahun 2006, LCR selalu menurunkan satu rider, kecuali pada tahun 2015 di mana tim yang bermarkas di Monako ini menandemkan Crutchlow dengan Jack Miller. Sayang, Miller harus ditransfer ke Marc VDS setahun setelahnya usai sponsor utama LCR dilanda masalah hukum

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta pun menyatakan slot ke-24 ini hampir dipastikan bakal jadi milik Cecchinello, jika LCR berhasil menggaet sponsor yang solid. "Hak untuk berpartisipasi di MotoGP bersifat eksklusif, dan motor yang akan datang melengkapi grid menjadi 24 akan disediakan untuk Lucio," ujarnya kepada AS.

Meski begitu, pria Spanyol ini tak menutup kemungkinan bakal menyerahkan slot tersebut kepada Valentino Rossi, yang belakangan kerap digosipkan bakal menurunkan tim di MotoGP usai terjun di Moto2 dan Moto3 bersama Sky Racing VR46.

"Jika Vale ingin menurunkan satu motor, kami akan bicara, karena Vale istimewa. Vale menyukai proyek macam ini, dan ia akan bertahan di paddock (andai pensiun nanti) karena ia punya tim di Moto3 dan Moto2," pungkas Ezpeleta. (as/kny)

Dovizioso nantikan kehebatan Lorenzo di Ducati

Jumat, 10 Maret 2017 16:06 Sumber :
Andrea Dovizioso (c) Ducati
Merdeka.com - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso menegaskan dirinya bukan rider nomor dua di timnya, dan justru mengaku berharap melihat hal-hal hebat yang bisa dilakukan sang tandem, Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Rider Italia ini mengaku siap bekerja sama dengan Por Fuera.

Dovizioso dan Lorenzo merupakan rival sejak masa anak-anak, yakni saat keduanya masih sama-sama turun di kejuaraan Eropa. Keduanya bahkan sengit berebut gelar dunia GP250 2006-2007, di mana Lorenzo sukses menjadi juara dan Dovizioso harus puas duduk di peringkat runner up.

"Hubungan kami baik-baik saja, karena kami tak pernah mengalami cekcok serius meski kami bersaing sengit meraih gelar GP250. Jorge datang ke Ducati dengan cara yang tepat, dan kami harus bekerja sama," ujar DesmoDovi dalam wawancaranya dengan Motosprint.

Lorenzo menjalani uji coba pramusim dengan banyak kesulitan, mengaku belum bisa beradaptasi dengan baik di atas Desmosedici GP17. Meski begitu, juara dunia GP125 2004 ini percaya bahwa lima kali juara dunia tersebut akan menjalani comeback saat musim balap benar-benar dimulai.

"Jorge tak menjalani pramusim dengan gebrakan, namun ia merupakan juara dunia dan pasti akan lebih baik saat pekan balap dimulai. Ia pekerja keras, jika menjalani hari yang buruk, maka ia pasti bisa mengendalikan situasi. Saya tahu betapa kuatnya dia, dan saya menantikan hal hebat darinya," tuturnya.

Membela Ducati sejak 2013, Dovizioso dijadikan ujung tombak pengembangan, namun sejak kedatangan Lorenzo, namanya seolah tenggelam dan disebut sebagai rider kedua di Ducati. "Banyak orang berkata bahwa saya merupakan rider nomor dua, tapi saya tak pernah punya mindset seperti itu," pungkasnya. (ms/kny)

Ellyas Pical bersyukur dijenguk Menpora

Jumat, 10 Maret 2017 21:51 Sumber :
Ellyas Pical diapit Menpora Imam Nahrawi dan aktris Olga Lydia. (c) Fitri Apriani
Merdeka.com - Legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical, mengaku bersyukur mendapatkan kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Dia pun berharap kunjungan itu membantunya agar lekas sembuh dari sakit yang dideritanya.

Hari Jumat (10/3), rombongan Menpora berkunjung ke rumah Ellyas di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten. Mereka menjenguk mantan juara tinju IBF tersebut yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami masalah dengan jantungnya.

Ellyas sendiri dalam kondisi lumayan bugar saat ini. Meski demikian pria 56 tahun tersebut mengaku masih mengalami sedikit masalah di tubuhnya.

"Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih," ujar pria asal Maluku ini.

Ellyas kemudian mengaku sangat senang dan bersyukur dirinya dijenguk oleh pemerintah. Dia pun berharap hal itu bisa membantunya untuk bisa pulih lebih cepat.

"Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak," canda Ellyas.

Selain rombongan Menpora, hadir pula sejumlah awak media dan aktris Olga Lydia. Olga sendiri ikut berkunjung demi menyampaikan keinginannya untuk membuat film terkait kisah perjalanan karir tinju Ellyas. (fit/asa)

Satu-satunya juara MotoGP-Formula 1 meninggal dunia

Sabtu, 11 Maret 2017 10:21 Sumber :
John Surtees bersama Valentino Rossi di Silverstone, Inggris pada 2011 lalu. (c) Istimewa
Merdeka.com - Satu-satunya pembalap dalam sejarah yang mampu memenangkan gelar dunia MotoGP dan Formula 1, John Surtees meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada hari Jumat (10/3). Surtees diketahui menderita gangguan pernapasan dan meninggal dunia di St Georges Hospital, London.

Selama berkarir, Surtees sukses mengoleksi empat gelar dunia GP500 pada tahun 1956, 1958, 1959 dan 1960. Pada tahun 1960, ia juga turun di Formula 1, dan benar-benar meninggalkan balap motor pada tahun 1961, sebelum sukses meraih gelar dunia pada tahun 1964.

Tak hanya itu, ia juga sukses meraih gelar dunia GP350 pada tahun 1958, 1959 dan 1960, di mana ia juga turun di GP500 pada tahun yang sama. Dengan total tujuh gelar dunia balap motor dan satu gelar dunia balap mobil, Surtees menyandang status legenda MotoGP dan Formula 1.

Pria Inggris ini juga membentuk The Henry Surtees Foundation menyusul kematian tragis sang anak, Henry, yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Formula 2 pada tahun 2009 silam. Yayasan ini membantu orang-orang yang menderita cedera akibat kecelakaan, juga membantu anak-anak muda mengembangkan talentanya.

Pernyataan resmi Keluarga Surtees:
Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian dari suami dan ayah kami, John Surtees CBE. John, 83, dirawat di St Georges Hospital, London pada Februari dengan gangguan pernapasan, dan setelah menjalani perawatan intensif yang singkat, ia meninggal dunia dalam damai siang ini. Istrinya, Jane dan putri-putrinya, Leonora dan Edwina berada di sisinya.
John merupakan suami, ayah, saudara dan kawan yang penuh cinta. Ia juga merupakan tokoh hebat di dunia motorsport dan terus bekerja tanpa lelah bersama The Henry Surtees Foundation dan Buckmore Park Kart Circuit.
Kami sungguh berduka cita kehilangan pria hebat ini, sekaligus merayakan kehidupannya yang menakjubkan. Ia telah memberi contoh nyata bahwa dirinya adalah seorang pekerja keras dan juga selalu berjuang hingga akhir.
Kami berterima kasih kepada seluruh staf St Georges Hospital dan The East Surrey Hospital atas profesionalitas mereka kepada kami dalam masa yang sulit ini. Kami juga berterima kasih kepada semua orang yang telah mengirimkan pesan dukungan selama beberapa pekan terakhir. Detail pemakaman akan diumumkan segera. (cn/kny)

Tercepat di Losail, Dovizioso sebut Ducati kian kuat

Sabtu, 11 Maret 2017 11:11 Sumber :
Andrea Dovizioso (c) Ducati
Merdeka.com - Bukan rahasia lagi bila Ducati sangat bersahabat dengan Sirkuit Losail, dan sang rider, Andrea Dovizioso sukses menjadi yang tercepat pada hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar pada hari Jumat (10/3) malam waktu setempat. Dovizioso pun merasa bahwa motornya kini lebih kuat ketimbang tahun lalu.

Juara dunia GP125 2004 ini merasa Desmosedici GP17 jauh lebih kompetitif dibanding versi pendahulunya, dan "persahabatan" antara pabrikan Italia tersebut dengan Losail membuat level performa GP17 kian melambung.

"Rasanya nyaman sejak awal, dan ini penting untuk membantu saya bekerja keras demi balapan nanti. Ketika Anda memiliki kecepatan yang diinginkan, maka akan lebih mudah bekerja untuk balapan nanti tanpa harus mencoba lebih cepat," ujar Dovizioso kepada Crash.net.

Terhitung, tiga rider Ducati berada di lima besar. Menyusul Dovizioso, rider Pull & Bear Aspar Team, Karel Abraham menduduki posisi keempat di atas Desmosedici GP15, sementara tandem Dovizioso, Jorge Lorenzo berada di posisi kelima.

Dovizioso pun yakin sudah ada progres dalam pengembangan GP17, namun harus kembali dikonfirmasi di dua hari tersisa. "Kami tahu kami sangat cepat dan kompetitif di lintasan ini, dan tahun ini bakal lebih baik lagi. Kami harus menunggu selama beberapa hari lagi, namun rasanya sudah sangat menyenangkan," pungkasnya. (cn/kny)

Ketujuh, Valentino Rossi tak puas performa di Qatar

Sabtu, 11 Maret 2017 12:06 Sumber :
Valentino Rossi (c) Yamaha
Merdeka.com - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku belum menemukan rasa puas setelah menduduki posisi ketujuh pada hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada hari Jumat (10/3) malam waktu setempat.

The Doctor tertinggal 0,86 detik dari rider tercepat, Andrea Dovizioso yang membela Ducati Corse. Tertinggal 0,5 detik dari sang tandem, Maverick Vinales yang ada di posisi kedua, Rossi juga tertinggal 0,058 detik dari debutan Monster Yamaha Tech 3, Jonas Folger di posisi keenam.

"Kami mulai menemukan feeling yang baik, terutama ketika masuk ke tikungan. Kami sudah lebih baik, tapi saya tidak terlalu puas dan kami belum 100 persen. Meski begitu, hari ini tak terlalu buruk dan kami menjajal beberapa hal menarik," ujarnya kepada Crash.net.

Rider Italia 38 tahun ini juga mengaku mengalami beberapa masalah dengan ban yang ia nilai terlalu lunak. Menurutnya, Yamaha harus mencari solusi melalui distribusi beban. Rossi juga mengeluhkan kondisi lintasan yang kerap berubah, terutama diakibatkan embun hingga lintasan lebih licin.

"Secara pribadi, menurut saya motor kami tak terlalu buruk. Saya masih merasa nyaman. Tapi saya belum terlalu cepat dan kami masih harus bekerja keras. Saya harus lebih kuat seperti tahun lalu, jadi kami harus menemukan keseimbangan yang baik," pungkas sembilan kali juara dunia ini. (cn/kny)

Honda pakai fairing baru, bikin Marquez jatuh

Sabtu, 11 Maret 2017 13:36 Sumber :
Marc Marquez (c) HRC
Merdeka.com - Usai terjatuh di Jerez dan mencederai bahu kanannya, lagi-lagi rider Repsol Honda, Marc Marquez terjatuh saat menjalani hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada hari Jumat (10/3), bahkan terjatuh dua kali! Untungnya, dua kecelakaan ini tak menimbulkan dampak negatif apapun.

Kepada Crash.net, Marquez menyatakan bahwa kecelakaannya yang pertama diakibatkan oleh model fairing terbaru RC213V, yang dilengkapi perangkat berbentuk sayap pada kedua sisinya. Honda pun menjadi pabrikan keempat yang memamerkan inovasi aerodinamikanya selama uji coba pramusim.

Fairing ini pada dasarnya tampak seperti winglet Honda tahun lalu, hanya saja dilindungi penutup berwarna hitam, demi memenuhi larangan perangkat aerodinamika eksternal. Marquez pun terjatuh pada momen pertamanya memakai fairing ini, yang ternyata menimbulkan beban lebih banyak di area depan motor.

"Fairing kami sedikit mengubah setup. Ketika berkendara, saya tak merasakannya, tapi ketika kami cek data, ternyata efeknya cukup besar di corner entry. Suspensi terbebani dan karena inilah ban depan selip. Dengan sayap ini, kami mencoba mengurangi wheelie tanpa mengurangi top speed, seperti pabrikan lain," ujarnya.

Kecelakaan kedua Marquez terjadi di jam terakhir uji coba, nyaris bersamaan dengan Pol Espargaro, Alex Rins dan Sam Lowes. Insiden ini diakibatkan oleh kelembapan lintasan dan temperatur yang turun drastis pada malam hari. Marquez pun mencatatkan waktu tercepat ke-12, tertinggal 1,080 detik dari rider tercepat, Andrea Dovizioso.

"Kecelakaan kedua merupakan kecelakaan klasik khas lintasan ini, yakni karena temperatur yang menurun di akhir sesi, dan kondisinya memang sudah tidak bagus. Bagaimanapun, kami tahu sirkuit ini salah satu yang tersulit bagi Honda. Tapi tak apa, kami tidak terlalu jauh tertinggal soal ritme balap," pungkasnya. (cn/kny)

Jorge Lorenzo ragu bakal rebut gelar MotoGP 2016

Jumat, 10 Maret 2017 11:36 Sumber :
Jorge Lorenzo (c) Ducati
Merdeka.com - Pembalap baru Ducati Corse, Jorge Lorenzo mengaku ragu dirinya akan berpeluang merebut gelar dunia MotoGP musim ini, mengingat dirinya belum mampu tampil kompetitif selama uji coba pramusim, dan yakin masih banyak hal yang harus diperbaiki pada Desmosedici GP17.

Kepada Cogido Unico, Lorenzo meyakini keputusannya bergabung dengan Ducati adalah salah satu fase terpenting dalam hidup dan karirnya, usai membela Yamaha selama sembilan tahun. Meski begitu, ia yakin Ducati akan kembali ke masa jaya dalam waktu dekat.

Ducati terpuruk sejak ditinggal Casey Stoner pada akhir 2010 lalu, namun mulai bangkit ketika eks direktur teknis Aprilia Racing, Gigi Dall"Igna bergabung sebagai general manager pada tahun 2014 lalu. Kemenangan yang dinanti selama enam tahun, akhirnya datang juga melalui Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso tahun lalu.

"Kemungkinan besar kami takkan meraih gelar dunia tahun ini. Sejak Ducati turun di MotoGP pada 2003, sampai 2016 mereka hanya sekali mencicipinya. Tapi progres tim selama empat tahun terakhir merupakan bukti bahwa mereka kian lebih baik, terutama berkat kedatangan Gigi," ujar Lorenzo.

Lorenzo yakin musim ini akan berjalan sulit sekaligus seru, mengingat ada banyak pembalap bertalenta yang membela enam pabrikan berbeda. Meski begitu, Por Fuera tetap optimis, mengingat mesin Desmosedici GP17 dinilai sebagai mesin paling bertenaga di MotoGP.

"Kami tahu akan melawan pabrikan raksasa seperti Honda dan Yamaha, begitu pula Suzuki, Aprilia dan KTM. Kualitas grid begitu menakjubkan, tak pernah ada begitu banyak talenta berada dalam kategori yang sama. Tapi kami percaya diri. Motor kami punya potensi tinggi, bahkan mungkin mesin terbaik di MotoGP," pungkasnya. (cu/kny)