Sabtu, 11 Maret 2017

Hutan di dalam ruangan ini diwujudkan lewat teknik berusia 110 tahun

Rabu, 8 Februari 2017 11:24 Reporter : Tantri Setyorini
Lukisan dengan teknik matte painting karya Suzanne Moxhay. © Suzanne Moxhay
Merdeka.com - Gambar di atas mungkin terlihat seperti hasil rekayasa foto dengan Photoshop. Tetapi Suzanne Moxhay, seorang seniman asal Inggris memilih pendekatan yang jauh lebih tradisional untuk mewujudkan pemandangan hutan di dalam ruangan.
Dilansir Bored Panda (7/2), Suzanne mencoba untuk mengajak para penikmat karyanya menikmati pemandangan alam yang dibuatnya dengan montase. Suzanne menggunakan teknik gambar matte painting. Teknik ini sudah berusia 110 tahun dan kerap digunakan dalam film-film kolosal dari abad 20.

Lukisan dengan teknik matte painting karya Suzanne Moxhay. Suzanne Moxhay

Lukisan dengan teknik matte painting karya Suzanne Moxhay. Suzanne Moxhay
Lukisan yang menggunakan teknik matte painting biasanya digambar di panel kaca. Gambar seperti ini digunakan untuk latar belakang berupa lanskap atau setting yang besar. Selanjutnya lukisan difilmkan bersama para aktor dan properti atau digabungkan dengan video pada proses pasca produksi.

Lukisan dengan teknik matte painting karya Suzanne Moxhay. Suzanne MoxhayDi tangan Suzanne, sebuah ruangan kosong bisa menjadi pemandangan surealis dengan teknik lukisan yang sama. Detail bangunan seperti lantai, jendela, dan langit-langit bisa menyatu begitu sempurna dengan pepohonan yang tampak nyata.
"Pekerjaan terbaru saya keseluruhannya berhubungan dengan interior, dan semuanya adalah ruangan fiktif yang saya buat berdasar fragmen-fragmen dari kamar yang berbeda," kata Suzanne. "Saya mencari hubungan yang menarik antara detail dalam foto-foto kamar yang saya kumpulkan atau saya foto sendiri

Bus berdiri tegak hebohkan Jerman

Rabu, 8 Februari 2017 14:34:58 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim
Bus berdiri tegak hebohkan Jerman. Bus-bus tersebut merupakan instalasi seni berjudul 'Monument" karya seniman kelahiran Suriah, Manaf Halbouni. Halbouni membuat karya seni tersebut karena terinspirasi dengan barikade bus yang sengaja didirikan warga Aleppo untuk menghalangi pasukan setia Bashar Al Assad.
Tiga unit bus berdiri tegak di Alun-alun Neumarkt, Dresden, Jerman, menghebohkan warga, Selasa (7/2). Bus-bus tersebut merupakan instalasi seni berjudul 'Monument" karya seniman kelahiran Suriah, Manaf Halbouni.

Keren, kartu bisnis ini bisa berubah warna setiap waktu

Rabu, 8 Februari 2017 16:04 Reporter : Tantri Setyorini
Kartu bisnis buatan Reka Neszmelyi. © Behance/Reka Neszmelyi
Merdeka.com - Kata orang, kartu bisnis merupakan bagian dari kesan pertama. Keindahan atau keunikan dari sebuah kartu bisnis bisa memberikan impresi tersendiri bagi si penerima. Nah, apa yang ada di pikiranmu kalau mendapatkan kartu bisnis seperti gambar di atas?
Dilansir Bored Panda (7/2), kartu bisnis ini dimiliki oleh fotografer Al'z AcS. Pembuatnya adalah Reka Neszmelyi, seorang desainer asal Hungaria. Dengan bantuan Adam Katyi, seorang logo artist, Reka membuat sebuah kartu bisnis yang tak ada duanya. Benar-benar tak ada duanya karena masing-masing kartu akan berubah warna setiap waktu.

Kartu bisnis buatan Reka Neszmelyi. Behance/Reka Neszmelyi
Kartu bisnis buatan Reka Neszmelyi. Behance/Reka Neszmelyi Kartunya sangat sederhana, hanya mencantumkan nama dan alamat email. Sebuah logo memenuhi tiga perempat bagian kartu. Yang menjadikannya istimewa adalah efek visual yang dihasilkan oleh logo tersebut. Reka membuat kartu dengan reflective foil yang memantulkan cahaya. Jadi warna kartu bisa berubah-ubah, tergantung pada sudut dan cahaya saat kita melihatnya. Kamu tidak akan pernah melihat warna yang sama pada satu kartu. Keren, ya? [tsr]

Menilik sejarah panjang seni ukir tiga dimensi Dongyang

Kamis, 9 Februari 2017 16:02 Reporter : Tantri Setyorini
Seni ukir Dongyang. © Michael Lai
Merdeka.com - Ukiran Jepara merupakan kesenian yang terkenal di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Ukir-ukiran dari daerah ini terkenal karena detailnya yang rumit. Bahkan ada yang tiga dimensi. Kalau Indonesia punya ukiran Jepara, China punya seni ukir tiga dimensi Dongyang.
Seni ukir Dongyang memiliki sejarah panjang berusia ribuan tahun. Jenis kesenian ini berkembang sejak zaman Dinasti Tang dan mencapai masa kejayaannya pada zaman Dinasti Ming dan Qing. Namanya diambil dari daerah tempat berkembangnya kesenian tersebut, yaitu Dongyang yang berada di Provinsi Zhejiang, dekat Shanghai.

Seni ukir Dongyang. Michael Lai

Seni ukir Dongyang. Michael Lai
Kesenian Dongyang disebut-sebut sebagai salah satu seni ukir relief terindah di dunia. Ukiran menampilkan relief yang terdiri dari potongan-potongan gambar tiga dimensi. Bisa ditemui pada benda sehari-hari seperti laci, lemari, meja, dan kursi. Setiap bagian menampilkan detail kecil dan halus yang diukir dengan presisi tinggi. Semuanya dibuat dari satu potong kayu utuh.

Seni ukir Dongyang. Michael Lai

Seni ukir Dongyang. Michael Lai
Jejak-jejak kejayaan seni ukir Dongyang bisa dijumpai di bangunan-bangunan peninggalan kerajaan yang ada di Beijing, Suzhou, Hangzhou, dan Provinsi Anhui. Salah satu yang masih awet hingga sekarang adalah ornamen ukiran yang ada di Istana Terlarang dan Pagoda Leifeng.
Saat ini hanya beberapa bengkel di Dongnyang yang masih memproduksi ukiran Dongyang. Pembuatan ukiran seperti ini membutuhkan waktu dan dedikasi yang besar. Karena itulah, tak banyak generasi muda yang masih menekuninya.
Sumber: Cultural China, This Is Colossal [tsr]

Kisah gambar usang yang ternyata karya Jackson Pollock senilai 119 M

Sabtu, 18 Februari 2017 08:05 Reporter : Tantri Setyorini
Lukisan Jackson Pollock yang ada di tangan Erin Horton. © First to Know
Merdeka.com - Siapapun yang tak punya latar belakang seni mungkin mudah saja melewatkan lukisan yang tampak seperti gambar acakadut bikinan anak-anak ini. Padahal lukisan tersebut merupakan salah satu karya Jackson Pollock.
Siapakah Pollock? Dia adalah pelopor gerakan abstrak ekspresionis dalam seni lukis Amerika Serikat. Karya-karyanya bernilai jutaan dolar. Sejauh ini, sudah banyak lukisan Pollock yang dipalsukan. Awalnya, lukisan yang dimiliki oleh Teri Horton ini juga dikira imitasi. Padahal, nilainya bisa mencapai $ 9 juta dolar atau sekitar Rp 119 miliar.
Dilansir The New York Times, lukisan ini dibeli oleh seorang mantan pengendara truk bernama Teri Horton. Teri membeli gambar usang berukuran raksasa itu di sebuah toko luak. Harganya pun cuma $ 5. Karena tak muat di truk trailer milik temannya, Teri menjual kembali lukisan itu di pasar rumput. Kemudian seorang guru seni melihat barang dagangan Teri dan memintanya untuk mengotentifikasi lukisan itu di kepada pakar seni. Menurutnya, lukisan itu bisa saja karya Jackson Pollock.

Lukisan Jackson Pollock yang ada di tangan Erin Horton. Jonesing4movies.com Teri pun mendatangi sejumlah pakar seni untuk memastikan keaslian lukisan yang berada di tangannya. Ada yang meyakininya sebagai karya orisinal Pollock, ada pula yang menganggapnya palsu karena 'tak memiliki jiwa dari karya-karya Pollock'. Selain itu, asalnya yang meragukan dan fakta bahwa lukisan tersebut tak ditandatangani semakin menambah keraguan. Namun pemeriksaan sidik jari menunjukkan kalau lukisan tersebut merupakan gambar abstrak karya Jackson Pollock.
Teri lantas mendekati Tod Volpe, seorang dealer karya seni sekaligus pencipta tren dalam pasar karya seni. Dengan bantuan Volpe, lukisan tersebut sempat ditawar seorang pembeli dari Timur Tengah dengan harga $ 9 juta. Namun Teri hanya bersedia melepaskannya dengan harga $ 50 juta.
Kisah Teri Horton dan lukisan Jackson Pollock difilmkan dalam karya dokumenter berjudul Who the #$&% Is Jackson Pollock? Film tersebut menjadikan Teri selebriti dadakan yang diundang ke berbagai acara bincang-bincang di televisi. [tsr]

Kisah kreatif warga Cirebon manfaatkan pelepah pisang jadi lukisan

Rabu, 22 Februari 2017 01:01 Reporter : Mardani
Ilustrasi lukisan minyak. ©Shutterstock.com
Merdeka.com - Seorang warga asal Kelurahan Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Endra, memiliki ide yang kreatif. Sebab, dia memanfaatkan pelepah pisang untuk dijadikan sebuah lukisan yang memiliki nilai jual tinggi.

"Awalnya saya ingin memberikan sesuatu kepada kekasih dan ingin berbeda dari yang lain, maka saya coba-coba melukis dengan pelepah pisang dan kekasih saya suka sama hasilnya," kata Endra di Cirebon, Selasa (21/2), dilansir Antara.

Untuk membuat lukisan tersebut, dirinya hanya membutuhkan pelepah pisang, triplek dan lem. Caranya pun cukup mudah. Pertama, pelepah pisang dikupas menjadi lembaran-lembaran, selanjutnya, dipotong-potong sesuai kebutuhan.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan kejelian dalam hal memilah warna dan ukuran, sebab akan menentukan hasil akhir lukisan itu sendiri.

"Dibutuhkan ketelitian karena merangkai berdasarkan kontur warna di pelepah pisangnya dan langkah terakhir tinggal dipernis saja," katanya.

Endra menuturkan lukisannya sudah dikenal sebagian masyarakat di Cirebon, bahkan dia kerap menerima pesanan dari Garut, Ciamis dan Bekasi.

Pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil karyanya tersebut. Lukisannya dihargai dari mulai Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan membuat lukisan tersebut.

"Saya berharap, lukisan saya bisa lebih dikenal masyarakat dan juga bisa go internasional, ke depan saya bercita-cita membuat pameran lukisan saya sendiri," katanya.

Demi eksperimen, seniman ini nekat hidup di dalam batu

Kamis, 23 Februari 2017 11:37:08 Reporter : Iqbal Nugroho
Demi eksperimen, seniman ini nekat hidup di dalam batu. Abraham akan menjalani kehidupan di dalam batu selama seminggu untuk merasakan dan mengetahui proses penuaan benda padat tersebut.
Seniman Prancis, Abraham Poincheval berpose di dalam sebuah batu raksasa di Paris (22/2). Abraham akan menjalani kehidupan di dalam batu selama seminggu untuk merasakan proses penuaan batu. Batu kapur seberat 12 ton tersebut telah dibuat ruang seukuran bentuk tubuh Abraham dan dilengkapi sirkulasi udara, persediaan makanan, serta kamera pemantau.

Tersesat di ruangan tanpa batas kreasi Yayoi Kusama

Jumat, 24 Februari 2017 12:42 Reporter : Tantri Setyorini
Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. ©2017 Huffington Post/Priscilla Frank
Merdeka.com - Menandai 70 tahun karirnya, Yayoi Kusama, seorang seniman berdarah Jepang akan memamerkan karyanya, enam ruangan bertajuk Infinity Rooms.
Dilansir The Huffington Post (22/2), Infinity Rooms karya Yayoi Kusama dibuka untuk umum pada tanggal 24 Februari ini di Hirshhorn Museum, Washington, D.C., Amerika Serikat.

Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. 2017 Huffington Post/Priscilla Frank

Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. 2017 Huffington Post/Priscilla Frank

Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. 2017 Huffington Post/Priscilla Frank
Kusama mencoba merancang ruangan dengan ilusi yang menciptakan kesan tak berbatas. Untuk mencapai efek tersebut, dia memanfaatkan cermin, ruang tertutup yang menggunakan air, lampu bersinar, balon-balon polkadot, labu, bahkan patung kejantanan pria.

Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. 2017 Huffington Post/Priscilla Frank

Infinity Rooms karya Yayoi Kusama. 2017 Huffington Post/Priscilla Frank

Alam semesta tanpa batas kreasi Kusama sangat fotogenik, cocok untuk berfoto. Di sini para pengunjung sangat disarankan untuk berfoto, bahkan selfie. Pasalnya, keunikan Infinity Rooms akan semakin menonjol di balik lensa kamera. Melalui karyanya, Kusama mengajak publik untuk merenungkan gagasan mengenai alam semesta tak terbatas. [tsr]

Aksi seniman Mesir ubah manusia jadi lukisan

Senin, 6 Maret 2017 10:54:16 Reporter : Iqbal Nugroho
Aksi seniman Mesir ubah manusia jadi lukisan. Arif menyulap tiga modelnya berpose bagaikan lukisan setelah dipoles dengan beberapa sentuhan cat.
Seniman Mesir, Chanel Arif saat menyiapkan salah satu karyanya yang berjudul 'Setelah Makan Malam' di Kairo (2/3). Arif menyulap tiga modelnya berpose bagaikan lukisan setelah dipoles dengan beberapa sentuhan cat.                                       

Mengenal keunikan dan keragaman gasing khas Nusantara

Senin, 27 Februari 2017 06:15:00 Reporter : Iqbal Nugroho
Mengenal keunikan dan keragaman gasing khas Nusantara. Ratusan gasing dari berbagai daerah di Indonesia ini merupakan koleksi Endi Aras. Baginya, gasing memiliki filosofi tentang kehidupan manusia. Putarannya berarti keseimbangan dalam hidup, antara jasmani dan rohani.
Pengunjung melihat katalog gasing koleksi Endi Aras, pendiri Komunitas Gudang Dolanan yang dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (25/2). Selain berbagai alat permainan tradisional, pameran "Menyelami Kegairahan Masa Kecil" juga menampilkan ruang khusus berisi ratusan gasing dari berbagai daerah di Nusantara koleksi Endi Aras. Pendiri Sanggar Humpimpah tersebut tercatat telah mengoleksi sekitar 600 jenis gasing dari berbagai daerah di Indonesia.

Tech 3 tegaskan Zarco-Folger bertahan dua musim

Jumat, 10 Maret 2017 12:36 Sumber :
Jonas Folger (c) Tech 3
Merdeka.com - Bos Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal menegaskan kedua debutannya, Johann Zarco dan Jonas Folger bertahan selama dua musim ke depan, meski Tech 3 sempat menyatakan bahwa keduanya hanya menandatangani kontrak satu tahun pada saat pengumuman bergabungnya mereka tahun lalu.

Zarco yang merupakan juara dunia Moto2 2015-2016, bersama Folger, sukses mencatatkan waktu yang kompetitif selama uji coba MotoGP Malaysia dan Australia. Folger bahkan sukses menduduki posisi keempat tercepat di Sirkuit Phillip Island. Melihat hasil ini, asa Poncharal pun kian melambung.

"Kedua rider kami mengantongi kontrak berdurasi dua tahun, namun ada klausa yang berkata, "jika sesuatu berjalan salah, kami tak mau terikat denganmu selamanya". Tapi saat ini, setelah melihat semuanya, jujur saja saya yakin lebih dari 100 persen Jonas dan Johann akan bersama kami selama dua tahun," tuturnya kepada Speedweek.

Berbeda dengan masa di mana mereka masih menaungi Bradley Smith dan Pol Espargaro, Tech 3 tak mewajibkan Zarco dan Folger untuk mematok target tertentu. Mengingat ini adalah musim perdana mereka di kelas tertinggi, Poncharal ingin keduanya fokus dalam menjalani proses adaptasi.

"Saya punya firasat yang sangat baik pada keduanya. Mereka sudah mampu tampil baik. Tentu mereka harus terus meningkat. Tak ada alasan untuk tak bekerja sama dengan mereka selama dua musim. Saat ini saya bisa meyakinkan bahwa, tentu kami akan menaungi mereka selama dua tahun," pungkasnya. (sw/kny)

Ingin merasa lebih muda, alasan Lorenzo ke Ducati

Jumat, 10 Maret 2017 13:36 Sumber :
Jorge Lorenzo (c) Ducati
Merdeka.com - Ingin merasa lebih muda. Ternyata itulah salah satu alasan mengapa Jorge Lorenzo rela meninggalkan Movistar Yamaha MotoGP, tim yang sudah ia bela selama sembilan tahun, demi bergabung dengan Ducati Corse tahun ini. Hal ini disampaikan Lorenzo dalam wawancaranya dengan Codigo Unico.

Beberapa tahun belakangan, Lorenzo memang diketahui kerap menyatakan ingin mengakhiri karirnya suatu saat nanti bersama Yamaha, dan tak punya niatan untuk pindah tim. Prinsip ini pun berubah ketika ia mendapat tawaran dari Ducati, dan akhirnya menandatangani kontrak berdurasi dua musim pada pertengahan tahun lalu.

Lorenzo pun mengaku ingin mencari suasana baru setelah bertahun-tahun membela pabrikan Garpu Tala, dan bertekad keluar dari "rutinitas". Rider Spanyol ini bahkan ingin membantu Ducati meraih gelar dunia yang sudah tak mereka rasakan sejak 2007 lewat Casey Stoner.

"Memang akan menyenangkan bila pensiun tanpa harus berganti tim. Tapi ketika Anda membela tim yang sama begitu lama, maka semua hal jadi terasa seperti rutinitas bila dibandingkan dengan tahun pertama, di mana segalanya masih baru," ujar lima kali juara dunia ini.

Dalam usia 29 tahun, sejatinya Lorenzo belum terlalu tua menurut ukuran seorang rider MotoGP, namun motivasi dan "angin segar" ia butuhkan untuk terus tampil baik dan konsisten di papan atas kejuaraan balap motor terakbar tersebut.

"Bukannya saya tak profesional, karena saya selalu berdedikasi dan banyak berkorban. Tapi saya ingin mencoba merasa lebih muda, di mana dengan Yamaha hal ini bakal rumit. Hal ini pun hanya bisa terwujud bila saya berganti tim, juga dengan tim seistimewa Ducati," pungkasnya. (cu/kny)

Satu slot MotoGP tersisa: Jatah tim LCR atau VR46?

Jumat, 10 Maret 2017 14:51 Sumber :
Satu slot MotoGP tersisa untuk 2018. (c) AFP
Merdeka.com - Sejak tahun lalu, Dorna Sports selaku promotor MotoGP telah menyatakan keinginan mereka untuk menurunkan 24 pembalap setidaknya mulai tahun 2018 mendatang. Saat ini, MotoGP diramaikan 23 pembalap, dan satu slot masih terbuka.

Seluruh tim peserta MotoGP telah menurunkan masing-masing dua pembalap, kecuali tim LCR Honda yang hanya menurunkan Cal Crutchlow. Bukan rahasia lagi bahwa sang pimpinan tim, Lucio Cecchinello ingin menambah satu rider lagi.

Sejak turun di MotoGP pada tahun 2006, LCR selalu menurunkan satu rider, kecuali pada tahun 2015 di mana tim yang bermarkas di Monako ini menandemkan Crutchlow dengan Jack Miller. Sayang, Miller harus ditransfer ke Marc VDS setahun setelahnya usai sponsor utama LCR dilanda masalah hukum

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta pun menyatakan slot ke-24 ini hampir dipastikan bakal jadi milik Cecchinello, jika LCR berhasil menggaet sponsor yang solid. "Hak untuk berpartisipasi di MotoGP bersifat eksklusif, dan motor yang akan datang melengkapi grid menjadi 24 akan disediakan untuk Lucio," ujarnya kepada AS.

Meski begitu, pria Spanyol ini tak menutup kemungkinan bakal menyerahkan slot tersebut kepada Valentino Rossi, yang belakangan kerap digosipkan bakal menurunkan tim di MotoGP usai terjun di Moto2 dan Moto3 bersama Sky Racing VR46.

"Jika Vale ingin menurunkan satu motor, kami akan bicara, karena Vale istimewa. Vale menyukai proyek macam ini, dan ia akan bertahan di paddock (andai pensiun nanti) karena ia punya tim di Moto3 dan Moto2," pungkas Ezpeleta. (as/kny)

Dovizioso nantikan kehebatan Lorenzo di Ducati

Jumat, 10 Maret 2017 16:06 Sumber :
Andrea Dovizioso (c) Ducati
Merdeka.com - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso menegaskan dirinya bukan rider nomor dua di timnya, dan justru mengaku berharap melihat hal-hal hebat yang bisa dilakukan sang tandem, Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Rider Italia ini mengaku siap bekerja sama dengan Por Fuera.

Dovizioso dan Lorenzo merupakan rival sejak masa anak-anak, yakni saat keduanya masih sama-sama turun di kejuaraan Eropa. Keduanya bahkan sengit berebut gelar dunia GP250 2006-2007, di mana Lorenzo sukses menjadi juara dan Dovizioso harus puas duduk di peringkat runner up.

"Hubungan kami baik-baik saja, karena kami tak pernah mengalami cekcok serius meski kami bersaing sengit meraih gelar GP250. Jorge datang ke Ducati dengan cara yang tepat, dan kami harus bekerja sama," ujar DesmoDovi dalam wawancaranya dengan Motosprint.

Lorenzo menjalani uji coba pramusim dengan banyak kesulitan, mengaku belum bisa beradaptasi dengan baik di atas Desmosedici GP17. Meski begitu, juara dunia GP125 2004 ini percaya bahwa lima kali juara dunia tersebut akan menjalani comeback saat musim balap benar-benar dimulai.

"Jorge tak menjalani pramusim dengan gebrakan, namun ia merupakan juara dunia dan pasti akan lebih baik saat pekan balap dimulai. Ia pekerja keras, jika menjalani hari yang buruk, maka ia pasti bisa mengendalikan situasi. Saya tahu betapa kuatnya dia, dan saya menantikan hal hebat darinya," tuturnya.

Membela Ducati sejak 2013, Dovizioso dijadikan ujung tombak pengembangan, namun sejak kedatangan Lorenzo, namanya seolah tenggelam dan disebut sebagai rider kedua di Ducati. "Banyak orang berkata bahwa saya merupakan rider nomor dua, tapi saya tak pernah punya mindset seperti itu," pungkasnya. (ms/kny)

Ellyas Pical bersyukur dijenguk Menpora

Jumat, 10 Maret 2017 21:51 Sumber :
Ellyas Pical diapit Menpora Imam Nahrawi dan aktris Olga Lydia. (c) Fitri Apriani
Merdeka.com - Legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical, mengaku bersyukur mendapatkan kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Dia pun berharap kunjungan itu membantunya agar lekas sembuh dari sakit yang dideritanya.

Hari Jumat (10/3), rombongan Menpora berkunjung ke rumah Ellyas di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten. Mereka menjenguk mantan juara tinju IBF tersebut yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami masalah dengan jantungnya.

Ellyas sendiri dalam kondisi lumayan bugar saat ini. Meski demikian pria 56 tahun tersebut mengaku masih mengalami sedikit masalah di tubuhnya.

"Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih," ujar pria asal Maluku ini.

Ellyas kemudian mengaku sangat senang dan bersyukur dirinya dijenguk oleh pemerintah. Dia pun berharap hal itu bisa membantunya untuk bisa pulih lebih cepat.

"Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak," canda Ellyas.

Selain rombongan Menpora, hadir pula sejumlah awak media dan aktris Olga Lydia. Olga sendiri ikut berkunjung demi menyampaikan keinginannya untuk membuat film terkait kisah perjalanan karir tinju Ellyas. (fit/asa)

Satu-satunya juara MotoGP-Formula 1 meninggal dunia

Sabtu, 11 Maret 2017 10:21 Sumber :
John Surtees bersama Valentino Rossi di Silverstone, Inggris pada 2011 lalu. (c) Istimewa
Merdeka.com - Satu-satunya pembalap dalam sejarah yang mampu memenangkan gelar dunia MotoGP dan Formula 1, John Surtees meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada hari Jumat (10/3). Surtees diketahui menderita gangguan pernapasan dan meninggal dunia di St Georges Hospital, London.

Selama berkarir, Surtees sukses mengoleksi empat gelar dunia GP500 pada tahun 1956, 1958, 1959 dan 1960. Pada tahun 1960, ia juga turun di Formula 1, dan benar-benar meninggalkan balap motor pada tahun 1961, sebelum sukses meraih gelar dunia pada tahun 1964.

Tak hanya itu, ia juga sukses meraih gelar dunia GP350 pada tahun 1958, 1959 dan 1960, di mana ia juga turun di GP500 pada tahun yang sama. Dengan total tujuh gelar dunia balap motor dan satu gelar dunia balap mobil, Surtees menyandang status legenda MotoGP dan Formula 1.

Pria Inggris ini juga membentuk The Henry Surtees Foundation menyusul kematian tragis sang anak, Henry, yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Formula 2 pada tahun 2009 silam. Yayasan ini membantu orang-orang yang menderita cedera akibat kecelakaan, juga membantu anak-anak muda mengembangkan talentanya.

Pernyataan resmi Keluarga Surtees:
Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian dari suami dan ayah kami, John Surtees CBE. John, 83, dirawat di St Georges Hospital, London pada Februari dengan gangguan pernapasan, dan setelah menjalani perawatan intensif yang singkat, ia meninggal dunia dalam damai siang ini. Istrinya, Jane dan putri-putrinya, Leonora dan Edwina berada di sisinya.
John merupakan suami, ayah, saudara dan kawan yang penuh cinta. Ia juga merupakan tokoh hebat di dunia motorsport dan terus bekerja tanpa lelah bersama The Henry Surtees Foundation dan Buckmore Park Kart Circuit.
Kami sungguh berduka cita kehilangan pria hebat ini, sekaligus merayakan kehidupannya yang menakjubkan. Ia telah memberi contoh nyata bahwa dirinya adalah seorang pekerja keras dan juga selalu berjuang hingga akhir.
Kami berterima kasih kepada seluruh staf St Georges Hospital dan The East Surrey Hospital atas profesionalitas mereka kepada kami dalam masa yang sulit ini. Kami juga berterima kasih kepada semua orang yang telah mengirimkan pesan dukungan selama beberapa pekan terakhir. Detail pemakaman akan diumumkan segera. (cn/kny)

Tercepat di Losail, Dovizioso sebut Ducati kian kuat

Sabtu, 11 Maret 2017 11:11 Sumber :
Andrea Dovizioso (c) Ducati
Merdeka.com - Bukan rahasia lagi bila Ducati sangat bersahabat dengan Sirkuit Losail, dan sang rider, Andrea Dovizioso sukses menjadi yang tercepat pada hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar pada hari Jumat (10/3) malam waktu setempat. Dovizioso pun merasa bahwa motornya kini lebih kuat ketimbang tahun lalu.

Juara dunia GP125 2004 ini merasa Desmosedici GP17 jauh lebih kompetitif dibanding versi pendahulunya, dan "persahabatan" antara pabrikan Italia tersebut dengan Losail membuat level performa GP17 kian melambung.

"Rasanya nyaman sejak awal, dan ini penting untuk membantu saya bekerja keras demi balapan nanti. Ketika Anda memiliki kecepatan yang diinginkan, maka akan lebih mudah bekerja untuk balapan nanti tanpa harus mencoba lebih cepat," ujar Dovizioso kepada Crash.net.

Terhitung, tiga rider Ducati berada di lima besar. Menyusul Dovizioso, rider Pull & Bear Aspar Team, Karel Abraham menduduki posisi keempat di atas Desmosedici GP15, sementara tandem Dovizioso, Jorge Lorenzo berada di posisi kelima.

Dovizioso pun yakin sudah ada progres dalam pengembangan GP17, namun harus kembali dikonfirmasi di dua hari tersisa. "Kami tahu kami sangat cepat dan kompetitif di lintasan ini, dan tahun ini bakal lebih baik lagi. Kami harus menunggu selama beberapa hari lagi, namun rasanya sudah sangat menyenangkan," pungkasnya. (cn/kny)

Ketujuh, Valentino Rossi tak puas performa di Qatar

Sabtu, 11 Maret 2017 12:06 Sumber :
Valentino Rossi (c) Yamaha
Merdeka.com - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku belum menemukan rasa puas setelah menduduki posisi ketujuh pada hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada hari Jumat (10/3) malam waktu setempat.

The Doctor tertinggal 0,86 detik dari rider tercepat, Andrea Dovizioso yang membela Ducati Corse. Tertinggal 0,5 detik dari sang tandem, Maverick Vinales yang ada di posisi kedua, Rossi juga tertinggal 0,058 detik dari debutan Monster Yamaha Tech 3, Jonas Folger di posisi keenam.

"Kami mulai menemukan feeling yang baik, terutama ketika masuk ke tikungan. Kami sudah lebih baik, tapi saya tidak terlalu puas dan kami belum 100 persen. Meski begitu, hari ini tak terlalu buruk dan kami menjajal beberapa hal menarik," ujarnya kepada Crash.net.

Rider Italia 38 tahun ini juga mengaku mengalami beberapa masalah dengan ban yang ia nilai terlalu lunak. Menurutnya, Yamaha harus mencari solusi melalui distribusi beban. Rossi juga mengeluhkan kondisi lintasan yang kerap berubah, terutama diakibatkan embun hingga lintasan lebih licin.

"Secara pribadi, menurut saya motor kami tak terlalu buruk. Saya masih merasa nyaman. Tapi saya belum terlalu cepat dan kami masih harus bekerja keras. Saya harus lebih kuat seperti tahun lalu, jadi kami harus menemukan keseimbangan yang baik," pungkas sembilan kali juara dunia ini. (cn/kny)

Honda pakai fairing baru, bikin Marquez jatuh

Sabtu, 11 Maret 2017 13:36 Sumber :
Marc Marquez (c) HRC
Merdeka.com - Usai terjatuh di Jerez dan mencederai bahu kanannya, lagi-lagi rider Repsol Honda, Marc Marquez terjatuh saat menjalani hari pertama uji coba pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada hari Jumat (10/3), bahkan terjatuh dua kali! Untungnya, dua kecelakaan ini tak menimbulkan dampak negatif apapun.

Kepada Crash.net, Marquez menyatakan bahwa kecelakaannya yang pertama diakibatkan oleh model fairing terbaru RC213V, yang dilengkapi perangkat berbentuk sayap pada kedua sisinya. Honda pun menjadi pabrikan keempat yang memamerkan inovasi aerodinamikanya selama uji coba pramusim.

Fairing ini pada dasarnya tampak seperti winglet Honda tahun lalu, hanya saja dilindungi penutup berwarna hitam, demi memenuhi larangan perangkat aerodinamika eksternal. Marquez pun terjatuh pada momen pertamanya memakai fairing ini, yang ternyata menimbulkan beban lebih banyak di area depan motor.

"Fairing kami sedikit mengubah setup. Ketika berkendara, saya tak merasakannya, tapi ketika kami cek data, ternyata efeknya cukup besar di corner entry. Suspensi terbebani dan karena inilah ban depan selip. Dengan sayap ini, kami mencoba mengurangi wheelie tanpa mengurangi top speed, seperti pabrikan lain," ujarnya.

Kecelakaan kedua Marquez terjadi di jam terakhir uji coba, nyaris bersamaan dengan Pol Espargaro, Alex Rins dan Sam Lowes. Insiden ini diakibatkan oleh kelembapan lintasan dan temperatur yang turun drastis pada malam hari. Marquez pun mencatatkan waktu tercepat ke-12, tertinggal 1,080 detik dari rider tercepat, Andrea Dovizioso.

"Kecelakaan kedua merupakan kecelakaan klasik khas lintasan ini, yakni karena temperatur yang menurun di akhir sesi, dan kondisinya memang sudah tidak bagus. Bagaimanapun, kami tahu sirkuit ini salah satu yang tersulit bagi Honda. Tapi tak apa, kami tidak terlalu jauh tertinggal soal ritme balap," pungkasnya. (cn/kny)